BNNK Ciamis menggandeng Satpol PP Pangandaran dalam upaya P4GN

06-09-2017 11:40:42
Admin.HUMAS@nnz
0 Comments

Rabu, 06/09/2017
PANGANDARAN. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pangandaran bekerjasama dengan BNNK Ciamis melaksanakan kegiatan penyuluhan tentang bahaya Narkoba bertempat di Aula Desa Pananjung Pangandaran, pada hari Selasa 5 September 2017. 60 orang peserta yang hadir merupakan perwakilan dari pemuda karang taruna, pemilik cafe dan tempat hiburan serta tokoh masyarakat lingkup Desa Pananjung Pangandaran.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kasi Pembinaan Pengawasan dan Pernyuluhan Satpol PP Suparyo, Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Didin Waryidin, S.IP. , Kepala Desa Pananjung, Dedi Hermawan, S.Pd., dan Sekmat Pangandaran Bangi.
Menurut Suparyo. kegiatan ini merupakan realisasi dari program Satpol PP Pangandaran TA 2017 dengan tujuan 1) Terciptanya masyarakat yang mengerti peraturan daerah tentang ketertiban, kebersihan, dan keindahan. 2) Terciptanya masyarakat yang terbebas dari  bahaya penyalahgunaan minuman keras dan narkoba bagi kesehatan. 3) Terciptanya masyarakat yang terbebas dari bahaya peredaran/ penjualan minuman keras dan narkoba karena akan berhadapan dengan hukum.
Sekmat Pangandaran Bangi mewakili Camat Pangandaran dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada BNNK Ciamis yang telah hadir untuk memberikan informasi dan pengetahuan tentang Narkoba dimana saat ini kasus Narkoba terus terjadi dengan bermacam-macam modus operandi. Harapannya dengan penyuluhan ini para peserta menjadi lebih mengerti dan paham sehingga tidak terlibat ke dalam permasalahan Narkoba. Serta mendapat ilmu yang bisa disampaikan kembali kepada teman, saudara, keluarga, dan lingkungan sekitarnya. 
AKBP.Yaya Satyanagara selaku Kepala BNNK Ciamis sekaligus menjadi narasumber pada penyuluhan ini, dalam paparannya menjelaskan tentang apa itu narkoba, jenis-jenis narkoba, modus operandi peredaran narkoba  dan dampak buruk bagi kesehatan tubuh manusia apabila disalahgunakan serta sanksi hukum bagi penyalahguna narkoba sesuai dengan UU 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mengingat permasalahan narkoba merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crimes) yang dapat mengancam bagi wawasan nusantara kita, sebab kejahatan atau penyalahgunaan narkoba akan berdampak lebih dahsyat terhadap kehidupan manusia apabila dibandingkan dengan perbuatan kejahatan lainnya yang sama-sama merugikan bangsa dan negara, misalnya saja kejahatan terorisme, KKN, perdagangan manusia (human trafficking). Dimana kejahatan-kejahatan tersebut muncul ketika manusia beranjak remaja hingga dewasa, sedangkan narkotika sudah muncul ketika manusia masih berada dalam kandungan ibunya. Jadi alangkah kejamnya kejahatan narkotika ini apabila dilihat dari daya rusaknya yang bisa mengenai semua lapisan masyarakat, wilayah sebaran luas, serta memiliki pasar yang potensial dan dapat menimbulkan kerugian jiwa dan mental. Oleh karena itu mari bersama-sama nyatakan perang pada Narkoba, papar Yaya

Mengingat Pangandaran ini merupakan satu tujuan tempat wisata yang banyak dikunjungi baik wisatawan asing maupun wisatawan lokal, maka khususnya masyarakat pangandaran untuk lebih berhati-hati dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya penyalahgunaan narkoba maupun peredaran gelap narkoba. 
Mudah-mudahan dengan kegiatan sosialisasi ini minimal peserta yang hadir bisa menjadi imun dan mampu menolak terhadap penyalahgunaan narkoba serta kegiatan ini jangan sampai putus disini, informasikan kepada keluarga, sanak sodara, bahkan tetangga sekitar serta apabila ada yang menjadi pecandu dan korban penyalahguna narkoba untuk segera di bawa ke BNN untuk di rehabilitasi baik secara medis atau secara rehabilitasi sosial. Peran serta masyarakat dalam upaya P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) sangat diperlukan karena BNN tidak bisa bergerak sendiri dalam menangani permasalahan narkoba ini, pungkas Yaya.

Badan Narkotika Nasional Regional Kabupaten Jawa Barat



SISTEM INFORMASI REHABILITASI TERPADU JAWA BARAT