Shabu (Sabu-sabu)

Shabu dan ekstasi tergolong ATS (Amphetamine Type Stimultans) yang memicu kerja otak.
Shabu adalah istilah gaul untuk methamphetamine dibuat oleh pabrik gelap sebagai bahan sintetis (bahan kimia murni) berupa bubuk, tablet atau kristal bening.

Bentuk penyalahgunaan: ditelan, dihirup melalui hidung, dihisap sebagai rokok atau disuntikkan.

Pengaruh pada pemakai: menimbulkan rasa nyaman, euphoria (gembira yang berlebihan), dan menyenangkan, semangat meningkat, sehingga ditanggapi pemakainya sebagai peningkat kinerja, selain itu juga bisa menunda rasa lapar dan lelah.

Efek Negatif Jangka Panjang:
Segera setelah pemakaian selera makan hilang dan pernafasan menjadi cepat. Denyut jantung dan tekanan darah meningkat, suhu tubuh juga meningkat. Dengan dosis besar, pemakainya akan gelisah, tidak bisa diam, dan dapat mengalami serangan panik. Jika dosis berlebihan, dapat menyebabkan kejang-kejang dan kematiankarena terhentinya pernafasan, stroke, atau gagal jantung.
Pemakaian shabu jangka panjang akan mengakibatkan kurang gizi, gizi buruk, berat badan turun, dan ketergantungan psikologis, jika pemakaiannya dihentikan akan diikuti tidur dalam waktu lama, kemudian depresi.

Selain itu, bahaya lainnya adalah shabu bisa memicu agresivitas kekerasaan dan perilaku-perilaku menyimpang.

(Sumber: Buku Saku Pencegahan Penyalagunaan Narkoba, BNN, 2015).

Badan Narkotika Nasional Regional Kabupaten Jawa Barat



SISTEM INFORMASI REHABILITASI TERPADU JAWA BARAT