Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini


Tuesday, 2 July 2019

PELANTIKAN DEWAN PENGURUS WILAYAH ARTIPENA JAWA BARAT.

Bandung—Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jabar, mengapresiasi terbentuknya organisasi relawan antinarkotika di lingkungan perguuan tinggi. Dengan dikukuhkannya pengurus Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (Artipena) Jabar, akan banyak membantu pemerintah dalam program pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika di tanah air. ‘’Pelantikan pengurus Artipena ini sangat strategis dalam rangka upaya pemerintah mencegah dan memberantas peredaran narkotika di lingkungan pendidikan (kampus),’’kata Kepala BNNP Jabar, Brigjen Pol Drs Sufyan Syarif disela-sela acara pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Artipena Jabar, di aula Universiras Pasundan (Unpas), Kota Bandung, Kamis (27/6). Sufyan berharap dengan dikukuhkannya pengurus Artipena Jabar, akan memperkuat program pemerintah dalam pencegahan dan pemberantasan narkotika. Ia berharap setelah pengukuhan ini akan ada langkah sinergis antara Artipena Jabar dan BNNP dan BNNK se-Jabar. ‘’Akan ada langkah lanjutan yang mensinergikan kedua lembaga ini dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika,’’ujar dia. Ketua Artipena,  Jabar Prof Dr Ir H Eddy Jusuf, mengatakan, perguruan tinggi anggota Artipena siap membangun komitmen dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba yang kini penyalahgunaannya sudah mengkhawatirkan. Ia mengatakan, kalangan kampus siap mengerahkan para dosen, karyawan, dan mahasiswa dalam mewujudkan kampus Bersinar (bersih dari narkoba). ‘’Sebanyak 378 perguruan tinggi swasta (PTS) dan 13 perguruan tinggi negeri (PTN) terbagi menjadi delapan komisariat. Kami membentuk delapan cabang Artipena di delapan komisariat dalam upaya ,mencegah dan memerangi peredaran narkotika,’’ujar dia. Dikatakan Eddy,  narkoba sudah merambah ke semua lini kehidupan termasuk ke lingkungan dunia pendidikan (kampus). Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, kata dia, harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, kemudian ke meluas ke masyarakat dan lembaga pendidikan. ‘’Kami berkomitmen bersama pemerintah (BNN) dalam upaya menciptakan kampus Bersinar,’’ujar dia.










Monday, 22 April 2019

Sinergitas 3 Pilar di Kabupaten Bekasi

Pada hari ini, Selasa tanggal 11 Desember 2018 pukul 09.00 WIB s.d  telah dilaksanakan kegiatan Sinergitas antara Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi,TNI, dan BNK KAB.BEKASI dalam optimalisasi  3 (Tiga) Pilar dalam mewujudkan Desa/Kelurahan Bersih Narkoba (BERSINAR) Se Kabupaten Bekasi tahun 2018. Acara berlangsung di Gedung Wibawa Mukti, Komplek Pemda Kab. Bekasi sebagai tindak lanjut dan pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.Hadir dalam pelaksanaan kegiatan Kepala BNN Provinsi Jawa Barat. Brigjen. Pol. Drs. Sufyan Syarif SH, MH. Eka Supriatmaja Plt. Bupati Kabupaten Letkol Afriyansyah Dandim- Danramil AKBP. Muryono Kapolres- Kasat Binmas Ibnu Fajar Kejaksaan-Kasubsi Drs. Anas Saepudin, M.Si KABID Rehabilitasi BNN Prov. Jawa Barat. AKBP Drs. Daniel Y. Katiandagho KABID Pemberantasan BNN Prov. Jawa Barat dan Drs. Muryanto Sugiri Kabid P2M BNN Prov. Jawa Barat dengan peserta Kepala Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Kepala Puskesmas.Dalam arahan dari Kepala BNNP Jawa Barat, kepada Bhabinkantibmas, Babinsa, dan Puskesmas, dalam upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di wilayah Kabupaten Bekasi khususnya dan Provinsi Jawa Barat Umumnya, yang dimulai dari lingkup Desa/Kelurahan serta dalam rangka penguatan P4GN dan untuk mensinergikan Peran serta 3 (TIGA) Pilar di Wilayah Provinsi Jawa Barat, yaitu unsur Polri dalam hal ini BHABINKAMTIBMAS, Unsur TNI dalam hal ini BABINSA, Dinas Kesehatan, dalam hal ini PUSKESMAS khususnya di wilayah Kabupaten Bekasi, dengan melalui Pencegahan, Rehabilitasi dan Pemberantasan dengan harapan Provinsi Jawa Barat khususnya Kabupaten Bekasi Bersih dari Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.#stopnarkoba #bnnpjabar


Terkini


Wednesday, 8 May 2019

BNNP Jabar Bongkar Sindikat Narkotika Modus Baru

Bandung-- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jabar membongkar sindikat narkotika jenis ganfa dengan modus baru. Dari dua anggota sindikat yang diringkus petugas Bidang Pemberantasan (Berantas) BNNP Jabar disita sebanyak 70 kilogram daun ganja kering siap edar. Modus operansi sindikat ini terbilang baru. " Ini modus baru dalam peredaran narkotika," kata Kepala BNNP Jabar, Brigjen Pol Drs Sufyan Syarif dalam keterangannya kepada para wartawan, Selasa (7/4).Modus operandi yang dijalankan tersangka RA (26 tahun) dan MS (23), kata Sufyan, yaitu dengan memasukan ganja ke dalam ban mobil Kijang Innova warna hitam Nopol BK 1636 ZV. Mobil Innova tersebut kemudian dinaikkan ke atas mobil towing (mobil derek) agar terkesan mogok. Kendaraan tersebut meluncur dari Jakarta menuju Bogor. Petugas BNNP Jabar yang sudah mengetahui keberadaan mobil tersebut membututinya dari Jakarta hingga tempat kejadian perkara (TKP) pemyergapan di Jl Babakan Baru Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Penangkapan berlangsung Senin (29/4) sekitar pukul 21.00 WIB.Saat digerebek di TKP, petugas BNNP Jabar langsung melakukan penggeledahan terhadap empat ban mobil Toyota Innova yang ada di atas mobil towing. Setelah dibuka di dalam empat ban mobil tersebut ditemukan paket besar daun ganja siap edar. Dari hasil pemeriksaan terhadap kedua tersangka di TKP, terungkap satu ban serep mobil tersebut juga berisi daun ganja. Hanya saja ban serep tersebut sudah dikirim ke rumah kontrakan T (DPO) di kawasan Sukabumi. Setelah dilakukan penggerebekan di rumah T petugas hanya menemukan ban serep berisi ganja." Penghuni rumah kontrakan berinisial T berhasil kabur sebelum petugas tiba di lokasi,"ujar Sufyan.Petugas, kata Sufyan, masih mengejar DPO T yang diduga melarikan diri ke wilayah Jakarta. Dari hasil pemeriksaan terhadap dua tersangja ganja tersebut sedianya akan diedarkan di wilayah Bogor dan Sukabumi. Dengan disitanya 70 kilogram daun ganja tersebut menyelamatkan sebanyak 420 ribu jiwa dari pengaruh negatif narkotika jenis ini. " Sebanyak 420 ribu jiwa warga Jabar terselamatkan dengan disitanya ganja tersebut," kata dia.Ketua MUI Jabar, Prof KH Rachmat Syafe'i yang haadir dalam rilis di kantor BNNP Jabar, Jl H Hasan No 1 Soekarno- Hatta Kota Bandung, mengapresiasi petugas dalam mengungkap kasus tersebut." Tugas BNNP Jabar dalam memberantas peredaran gelap narkotika harus didukung seluruh elemen masyarakat karena menyelamatkan generasi bangsa. Tugas mulai ini harus terus ditingkatkan," kata dia.


Monday, 6 May 2019

Penandatanganan MoU BNNP bersama Peradi Korwil Jabar

 Bandung, 12 April 2019. Pelaksanaan Program Pencegahan Pemberantasan dan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Jawa Barat kembali mendapatkan respon positif dari kalangan organisasi profesi di Jawa Barat. Hal ini ditandai dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman antara   BNN Provinsi Jawa Barat (BNNP Jabar) bersama Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Koordinator Wilayah Jawa Barat  pada Jumat, 12 April 2019 di Hotel Horison Ultima Bandung.Hadir pada kesempatan tersebut Ketua Dewan Pimpinan Nasional Peradi Bpk. DR. Fauzi Yusuf Hasibuan SH, MH. beserta pengurus, Kepala BNN Provinsi Jawa Barat Brigjen Pol Drs. Sufyan Syarif, MH. didampingi Para Kepala Bidang BNNP Jawa Barat beserta perwakilan Kepala BNN Kabupaten Kota, Komisi Pengawas Nasional Peradi Bpk. Binsar Sitompul SH, MH Ketua Koordinator Peradi Wilayah Jawa Barat H. M. Rinal S. Kusumah, SH,MH beserta pengurus, perwakilan Ketua DPC Peradi Kabupaten /Kota di Jawa Barat dan Ketua DPC Ikadin Kota Bandung.Dalam sambutannya Ketua Korwil Peradi Jawa Barat menyampaikan bahwa Kesepahaman ini terlaksana karena keprihatinan para Advokat terhadap korban Penyalahgunaan Narkoba yang memerlukan pendampingan dalam menghadapi kasus hukum.Sementara itu Kepala BNN Provinsi Jawa Barat menyampaikan bahwa penanganan masalah Narkotika tidak bisa oleh BNN sendiri, tapi perlu kolaborasi dari berbagai unsur termasuk organisasi Profesi seperti Peradi.Sedangkan Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Peradi (DR.H Fauzi Yusuf Hasibuan, SH, MH) menyampaikan bahwa Kesepahaman ini bentuk nyata bergandengan tangan Antara Peradi Korwil Jabar dan BNN Provinsi Jawa Barat dalam penanganan penyalahgunaan narkoba d Jawa Barat dan sebagai langkah awal yang sangat positif semoga kedepan bisa di aplikasikan ke tingkat nasional.  


Monday, 22 April 2019

Peresmian Gedung BNNP Jawa Barat

Kegiatan Peresmian

[caption id="attachment_637" align="aligncenter" width="300"] Siswa SMK 6 Bandung Berjejer Menyambut Kedatangan Gubernur Jawa Barat[/caption][caption id="attachment_635" align="aligncenter" width="300"] Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agng Budi Maryoto saat menghadiri Peresmian Gedung BNNP jawa Barat[/caption][caption id="attachment_672" align="aligncenter" width="300"] Gubernur Jawa Barat Moch. Ridwan Kamil dan Kepala BNN RI Drs. Heru Winarko saat menandatangani Prasasti Peresmian Gedung BNNP Jawa Barat[/caption]
[caption id="attachment_634" align="aligncenter" width="300"] Kepala BNN RI, Ketua DPRD Jabar, Gubernur Jawa Barat dan Kepala BNNP Jawa Barat melakukan prosesi gunting pita Peresmian Gedung BNNP Jawa Barat[/caption]
Kepala BNN, Drs. Heru Winarko, SH bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan kantor BNN Provinsi (BNNP) Jawa Barat yang berlokasi di Jl. Hasan No. 1, Soekarno Hatta, Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (26/2).Gedung yang terdiri dari lima lantai dengan luas bangunan 3.605 meter persegi ini, berdiri diatas tanah seluas 2.300 meter persegi melalui hibah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang di gagas oleh bapak Achmad Heryawan (Gubernur Jawa barat Periode 2008 – 2018) serta didukung oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.Pembangunan gedung kantor BNNP Jawa Barat merupakan anggaran hibah murni Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2017 dan 2018 dengan total senilai Rp. 31,19 milliar, gedung ini telah dilengkapi fasilitas ruang perkantoran, ruang tahanan, ruang klinik, ruang rehabilitasi serta dilengkapi dengan ruangan unit K-9. Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ridwan Kamil, dalam sambutannya mengatakan, gedung yang mewah ini membuktikan bahwa Provinsi Jawa Barat benar-benar serius dalam permasalahan P4GN. Desa Bersinar yang di gagas oleh BNN juga telah kami laksanakan dan tersebar di beberapa wilayah di Provinsi Jawa Barat, tambahnya.Kepala BNN, Heru Winarko, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah mendukung pelaksanaan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) melalui pembangunan gedung kantor yang mewah dan megah tersebut.“BNN tidak bisa berdiri sendiri untuk menanggulangi permasalahan Narkoba. Diperlukan kerja sama dari semua unsur terkait seperti yang telah diinstruksikan oleh Presiden dalam Inpres No. 6 Tahun 2018”, ungkap heru.Kepada jajaran personel BNNP Jawa Barat Kepala BNN berpesan, dapat meningkatkan kinerja dan bersinergi dengan seluruh komponen daerah dan bekerjasama yang lebih komprehensif.


Tuesday, 11 December 2018

Pembukaan Layanan Pasca rehabilitasi Intensif Rumah Damping Sariksa BNNP Jawa Barat

Dalam Rangkaian Pelaksanaan Program Pascarehabilitasi di Wilayah Jawa Barat, padaSabtu, 10 Februari 2018 dilaksanakan kegiatan pembukaan layanan pascarehabilitasi intensif di Rumah Damping Sariksa BNNP Jawa Barat yang berlokasi di Kabupaten Cirebon.Dalam acara pembukaan ini dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah daerah, Kabid Rehabilitasi BNNP Jabar, BNNK Cirebon, BNNK Kuningan, Kepala Dinas terkait, BLK Cirebon, Polres Kota Cirebon, Koramil, Kapolsek Kedawung, Bhabinkamtibmas setempat dan Institusi terkait diwilayah Kabupaten dan Kota Cirebon, serta tokoh masyarakat di wilayahRumah Damping Sariksa. Kegiatan layanan ini dibuka, sekaligus diresmikan oleh Kepala BNNP Jawa Barat Brigjen. Pol. Drs. Rusnadi. Dalam sambutannya Kepala BNN Jawa Barat mengungkapkan bahwa tujuan dari dibukanya layanan pascarehabilitasi rumah damping sariksa di wilayah Cirebon ini untuk memfasilitasi para pecandu narkoba yang telah selesai rehabilitasi terutama yang berdomisili di wilayah Cirebon dan umumnya diwilayah Jawa Barat untuk masuk kedalam layanan pascarehabilitasi sehingga diharapkan mereka setelah selesai mengikuti layanan ini bisa pulih, produktif dan berfungsisosial. Untuk BNNP Jawa Barat selain di Cirebon juga memberikan Layanan Rumah Damping KujangWalagri yang berlokasi di Bandung. Kegiataninibekerjasamadengan Helping PeduliSosialdibawah Yayasan Asta Tunggal Guna yangsekaligusmemberikanbantuanberupasembakountukRumah Damping Sariksa BNNP Jabar yang diberikanlangsungoleh Bapak Drs.Sulfalevi selaku Ketua Helping Peduli Sosial kepada Ibu Birin Bendrayuli, S.Sos., M.AP sebagai Kasie.Pascarehabilitasi BNNP Jawa Barat dan juga Penanggung jawab dari Rumah Damping Sariksa. Selain itu dihadirkan juga hiburan musik dari group musik anak-anak Cirebon yang bernama Band Rumput Laut. (Sie.Pascarehabilitasi BNNP Jabar)


Tuesday, 11 December 2018

Pembukaan Layanan Pasca rehabilitasi Intensif Rumah Damping Sariksa BNNP Jawa Barat

Dalam Rangkaian Pelaksanaan Program Pascarehabilitasi di Wilayah Jawa Barat, padaSabtu, 10 Februari 2018 dilaksanakan kegiatan pembukaan layanan pascarehabilitasi intensif di Rumah Damping Sariksa BNNP Jawa Barat yang berlokasi di Kabupaten Cirebon.Dalam acara pembukaan ini dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah daerah, Kabid Rehabilitasi BNNP Jabar, BNNK Cirebon, BNNK Kuningan, Kepala Dinas terkait, BLK Cirebon, Polres Kota Cirebon, Koramil, Kapolsek Kedawung, Bhabinkamtibmas setempat dan Institusi terkait diwilayah Kabupaten dan Kota Cirebon, serta tokoh masyarakat di wilayahRumah Damping Sariksa. Kegiatan layanan ini dibuka, sekaligus diresmikan oleh Kepala BNNP Jawa Barat Brigjen. Pol. Drs. Rusnadi. Dalam sambutannya Kepala BNN Jawa Barat mengungkapkan bahwa tujuan dari dibukanya layanan pascarehabilitasi rumah damping sariksa di wilayah Cirebon ini untuk memfasilitasi para pecandu narkoba yang telah selesai rehabilitasi terutama yang berdomisili di wilayah Cirebon dan umumnya diwilayah Jawa Barat untuk masuk kedalam layanan pascarehabilitasi sehingga diharapkan mereka setelah selesai mengikuti layanan ini bisa pulih, produktif dan berfungsisosial. Untuk BNNP Jawa Barat selain di Cirebon juga memberikan Layanan Rumah Damping KujangWalagri yang berlokasi di Bandung. Kegiataninibekerjasamadengan Helping PeduliSosialdibawah Yayasan Asta Tunggal Guna yangsekaligusmemberikanbantuanberupasembakountukRumah Damping Sariksa BNNP Jabar yang diberikanlangsungoleh Bapak Drs.Sulfalevi selaku Ketua Helping Peduli Sosial kepada Ibu Birin Bendrayuli, S.Sos., M.AP sebagai Kasie.Pascarehabilitasi BNNP Jawa Barat dan juga Penanggung jawab dari Rumah Damping Sariksa. Selain itu dihadirkan juga hiburan musik dari group musik anak-anak Cirebon yang bernama Band Rumput Laut. (Sie.Pascarehabilitasi BNNP Jabar)


Wednesday, 8 May 2019

BNNP Jabar Bongkar Sindikat Narkotika Modus Baru

Bandung-- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jabar membongkar sindikat narkotika jenis ganfa dengan modus baru. Dari dua anggota sindikat yang diringkus petugas Bidang Pemberantasan (Berantas) BNNP Jabar disita sebanyak 70 kilogram daun ganja kering siap edar. Modus operansi sindikat ini terbilang baru. " Ini modus baru dalam peredaran narkotika," kata Kepala BNNP Jabar, Brigjen Pol Drs Sufyan Syarif dalam keterangannya kepada para wartawan, Selasa (7/4).Modus operandi yang dijalankan tersangka RA (26 tahun) dan MS (23), kata Sufyan, yaitu dengan memasukan ganja ke dalam ban mobil Kijang Innova warna hitam Nopol BK 1636 ZV. Mobil Innova tersebut kemudian dinaikkan ke atas mobil towing (mobil derek) agar terkesan mogok. Kendaraan tersebut meluncur dari Jakarta menuju Bogor. Petugas BNNP Jabar yang sudah mengetahui keberadaan mobil tersebut membututinya dari Jakarta hingga tempat kejadian perkara (TKP) pemyergapan di Jl Babakan Baru Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Penangkapan berlangsung Senin (29/4) sekitar pukul 21.00 WIB.Saat digerebek di TKP, petugas BNNP Jabar langsung melakukan penggeledahan terhadap empat ban mobil Toyota Innova yang ada di atas mobil towing. Setelah dibuka di dalam empat ban mobil tersebut ditemukan paket besar daun ganja siap edar. Dari hasil pemeriksaan terhadap kedua tersangka di TKP, terungkap satu ban serep mobil tersebut juga berisi daun ganja. Hanya saja ban serep tersebut sudah dikirim ke rumah kontrakan T (DPO) di kawasan Sukabumi. Setelah dilakukan penggerebekan di rumah T petugas hanya menemukan ban serep berisi ganja." Penghuni rumah kontrakan berinisial T berhasil kabur sebelum petugas tiba di lokasi,"ujar Sufyan.Petugas, kata Sufyan, masih mengejar DPO T yang diduga melarikan diri ke wilayah Jakarta. Dari hasil pemeriksaan terhadap dua tersangja ganja tersebut sedianya akan diedarkan di wilayah Bogor dan Sukabumi. Dengan disitanya 70 kilogram daun ganja tersebut menyelamatkan sebanyak 420 ribu jiwa dari pengaruh negatif narkotika jenis ini. " Sebanyak 420 ribu jiwa warga Jabar terselamatkan dengan disitanya ganja tersebut," kata dia.Ketua MUI Jabar, Prof KH Rachmat Syafe'i yang haadir dalam rilis di kantor BNNP Jabar, Jl H Hasan No 1 Soekarno- Hatta Kota Bandung, mengapresiasi petugas dalam mengungkap kasus tersebut." Tugas BNNP Jabar dalam memberantas peredaran gelap narkotika harus didukung seluruh elemen masyarakat karena menyelamatkan generasi bangsa. Tugas mulai ini harus terus ditingkatkan," kata dia.


Monday, 22 April 2019

Peresmian Gedung BNNP Jawa Barat

Kegiatan Peresmian

[caption id="attachment_637" align="aligncenter" width="300"] Siswa SMK 6 Bandung Berjejer Menyambut Kedatangan Gubernur Jawa Barat[/caption][caption id="attachment_635" align="aligncenter" width="300"] Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agng Budi Maryoto saat menghadiri Peresmian Gedung BNNP jawa Barat[/caption][caption id="attachment_672" align="aligncenter" width="300"] Gubernur Jawa Barat Moch. Ridwan Kamil dan Kepala BNN RI Drs. Heru Winarko saat menandatangani Prasasti Peresmian Gedung BNNP Jawa Barat[/caption]
[caption id="attachment_634" align="aligncenter" width="300"] Kepala BNN RI, Ketua DPRD Jabar, Gubernur Jawa Barat dan Kepala BNNP Jawa Barat melakukan prosesi gunting pita Peresmian Gedung BNNP Jawa Barat[/caption]
Kepala BNN, Drs. Heru Winarko, SH bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan kantor BNN Provinsi (BNNP) Jawa Barat yang berlokasi di Jl. Hasan No. 1, Soekarno Hatta, Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (26/2).Gedung yang terdiri dari lima lantai dengan luas bangunan 3.605 meter persegi ini, berdiri diatas tanah seluas 2.300 meter persegi melalui hibah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang di gagas oleh bapak Achmad Heryawan (Gubernur Jawa barat Periode 2008 – 2018) serta didukung oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.Pembangunan gedung kantor BNNP Jawa Barat merupakan anggaran hibah murni Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2017 dan 2018 dengan total senilai Rp. 31,19 milliar, gedung ini telah dilengkapi fasilitas ruang perkantoran, ruang tahanan, ruang klinik, ruang rehabilitasi serta dilengkapi dengan ruangan unit K-9. Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ridwan Kamil, dalam sambutannya mengatakan, gedung yang mewah ini membuktikan bahwa Provinsi Jawa Barat benar-benar serius dalam permasalahan P4GN. Desa Bersinar yang di gagas oleh BNN juga telah kami laksanakan dan tersebar di beberapa wilayah di Provinsi Jawa Barat, tambahnya.Kepala BNN, Heru Winarko, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah mendukung pelaksanaan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) melalui pembangunan gedung kantor yang mewah dan megah tersebut.“BNN tidak bisa berdiri sendiri untuk menanggulangi permasalahan Narkoba. Diperlukan kerja sama dari semua unsur terkait seperti yang telah diinstruksikan oleh Presiden dalam Inpres No. 6 Tahun 2018”, ungkap heru.Kepada jajaran personel BNNP Jawa Barat Kepala BNN berpesan, dapat meningkatkan kinerja dan bersinergi dengan seluruh komponen daerah dan bekerjasama yang lebih komprehensif.


Monday, 6 May 2019

Penandatanganan MoU BNNP bersama Peradi Korwil Jabar

 Bandung, 12 April 2019. Pelaksanaan Program Pencegahan Pemberantasan dan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Jawa Barat kembali mendapatkan respon positif dari kalangan organisasi profesi di Jawa Barat. Hal ini ditandai dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman antara   BNN Provinsi Jawa Barat (BNNP Jabar) bersama Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Koordinator Wilayah Jawa Barat  pada Jumat, 12 April 2019 di Hotel Horison Ultima Bandung.Hadir pada kesempatan tersebut Ketua Dewan Pimpinan Nasional Peradi Bpk. DR. Fauzi Yusuf Hasibuan SH, MH. beserta pengurus, Kepala BNN Provinsi Jawa Barat Brigjen Pol Drs. Sufyan Syarif, MH. didampingi Para Kepala Bidang BNNP Jawa Barat beserta perwakilan Kepala BNN Kabupaten Kota, Komisi Pengawas Nasional Peradi Bpk. Binsar Sitompul SH, MH Ketua Koordinator Peradi Wilayah Jawa Barat H. M. Rinal S. Kusumah, SH,MH beserta pengurus, perwakilan Ketua DPC Peradi Kabupaten /Kota di Jawa Barat dan Ketua DPC Ikadin Kota Bandung.Dalam sambutannya Ketua Korwil Peradi Jawa Barat menyampaikan bahwa Kesepahaman ini terlaksana karena keprihatinan para Advokat terhadap korban Penyalahgunaan Narkoba yang memerlukan pendampingan dalam menghadapi kasus hukum.Sementara itu Kepala BNN Provinsi Jawa Barat menyampaikan bahwa penanganan masalah Narkotika tidak bisa oleh BNN sendiri, tapi perlu kolaborasi dari berbagai unsur termasuk organisasi Profesi seperti Peradi.Sedangkan Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Peradi (DR.H Fauzi Yusuf Hasibuan, SH, MH) menyampaikan bahwa Kesepahaman ini bentuk nyata bergandengan tangan Antara Peradi Korwil Jabar dan BNN Provinsi Jawa Barat dalam penanganan penyalahgunaan narkoba d Jawa Barat dan sebagai langkah awal yang sangat positif semoga kedepan bisa di aplikasikan ke tingkat nasional.  


Monday, 6 May 2019

PROGRAM DESA BERSINAR DI PROVINSI JAWA BARAT

Permasalahan narkoba sebagai sebuah permasalahan bersama, tentunya menuntut tanggung jawab bersama. Keberadaan UU No.35 Th. 2009 sebagai landasan hukum bagi BNN dalam upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) sesungguhnya secara sosiologis bertujuan untuk menyelamatkan anak bangsa dari kehancuran karena narkoba.Dalam konteks wilayah Jawa Barat, kasus penyalahgunaan di kalangan masyarakat masih tergolong rentan hingga kini yang bahkan sudah masuk kelingkungan pedesaan. Karena itulah proses dan upaya penurunan prevalensi narkoba harus semakin ditingkatkan maka kini dilaksanakanlah Kegiatan 3 (Tiga) Pilar di Wilayah Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menciptakan lingkungan masyarakat bersih dari penyalahgunaan narkoba sebagai bentuk amanat Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan terkini Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika Tahun 2018 - 2019.BNN Provinsi Jawa Barat tanggap mengimplementasikan program untuk melaksanakan kegiatan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan masyarakat dalam upaya menciptakan lingkungan bebas narkoba melalui Pemberdayaan  peran 3 pilar (Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Puskesmas) di desa/ kelurahan dalam melaksanakan program P4GN menuju desa BERSINAR,  meningkatakan sinergitas komponen yang ada di  desa/kelurahan dalam pelaksanaan program P4GN, memberikan pengetahuan kepala desa/ lurah, babinsa, Bhabinkamtibnas, kepala puskesmas, tentang program P4GN dan bahaya radikalisme menuju masyarakat desa/kelurahan di jawa barat bersih dari peredaran gelap narkotika.Program Desa BERSINAR yang digaungkan oleh BNN Provinsi Jawa Barat sudah dicanangkan pada enam belas Kabupaten/Kota  melalui BNN Kabupaten/Kota  yaitu Kabuapten Sukabumi, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Bogor, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Cianjur, Kota Bandung, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Purwakarta, Kota Cirebon dan Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Garut bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten/Kota bersinegi dengan Dinas/Instansi, lembaga pendidikan serta organisasi lainnya yang punya kepedulian tinggi dalam pelaksanaan program P4GN di Jawa BaratGuna Optimalisasi pelaksanaan program BNNP Jawa Barat selama periode 2018 sampai dengan April 2019 telah menandatangani Nota Kesepahaman maupun Perjanjian Kerjasama dengan berbagai pihak dalam pelaksanaan program P4GN secara umum maupun fokus pada program Desa BERSINAR DI Jawa Barat antara lain Kerjasama dengan Kantor kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat,  KADIN Jawa Barat, Universitas Sangga Buana Bandung, Puskesmas-puskesmas di Jawa Barat, BKKBN Perwakilan Jawa Barat dan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Koordinator Wilayah Jawa Barat.Kedepan diharapkan program Desa BERSINAR dapat meningkatkan pengetahuan bahaya narkoba di kalangan paratur pemerintah guna menumbuhkan daya tangkal terhadap bahaya narkoba dan terciptanya     pola     hidup     sehat sehingga dapat meningkatkan kehidupan masyarakat yang bersih dari bentuk penyalahgunaan narkoba


Monday, 6 May 2019

PROGRAM DESA BERSINAR DI PROVINSI JAWA BARAT

Permasalahan narkoba sebagai sebuah permasalahan bersama, tentunya menuntut tanggung jawab bersama. Keberadaan UU No.35 Th. 2009 sebagai landasan hukum bagi BNN dalam upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) sesungguhnya secara sosiologis bertujuan untuk menyelamatkan anak bangsa dari kehancuran karena narkoba.Dalam konteks wilayah Jawa Barat, kasus penyalahgunaan di kalangan masyarakat masih tergolong rentan hingga kini yang bahkan sudah masuk kelingkungan pedesaan. Karena itulah proses dan upaya penurunan prevalensi narkoba harus semakin ditingkatkan maka kini dilaksanakanlah Kegiatan 3 (Tiga) Pilar di Wilayah Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menciptakan lingkungan masyarakat bersih dari penyalahgunaan narkoba sebagai bentuk amanat Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan terkini Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika Tahun 2018 - 2019.BNN Provinsi Jawa Barat tanggap mengimplementasikan program untuk melaksanakan kegiatan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan masyarakat dalam upaya menciptakan lingkungan bebas narkoba melalui Pemberdayaan  peran 3 pilar (Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Puskesmas) di desa/ kelurahan dalam melaksanakan program P4GN menuju desa BERSINAR,  meningkatakan sinergitas komponen yang ada di  desa/kelurahan dalam pelaksanaan program P4GN, memberikan pengetahuan kepala desa/ lurah, babinsa, Bhabinkamtibnas, kepala puskesmas, tentang program P4GN dan bahaya radikalisme menuju masyarakat desa/kelurahan di jawa barat bersih dari peredaran gelap narkotika.Program Desa BERSINAR yang digaungkan oleh BNN Provinsi Jawa Barat sudah dicanangkan pada enam belas Kabupaten/Kota  melalui BNN Kabupaten/Kota  yaitu Kabuapten Sukabumi, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Bogor, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Cianjur, Kota Bandung, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Purwakarta, Kota Cirebon dan Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Garut bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten/Kota bersinegi dengan Dinas/Instansi, lembaga pendidikan serta organisasi lainnya yang punya kepedulian tinggi dalam pelaksanaan program P4GN di Jawa BaratGuna Optimalisasi pelaksanaan program BNNP Jawa Barat selama periode 2018 sampai dengan April 2019 telah menandatangani Nota Kesepahaman maupun Perjanjian Kerjasama dengan berbagai pihak dalam pelaksanaan program P4GN secara umum maupun fokus pada program Desa BERSINAR DI Jawa Barat antara lain Kerjasama dengan Kantor kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat,  KADIN Jawa Barat, Universitas Sangga Buana Bandung, Puskesmas-puskesmas di Jawa Barat, BKKBN Perwakilan Jawa Barat dan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Koordinator Wilayah Jawa Barat.Kedepan diharapkan program Desa BERSINAR dapat meningkatkan pengetahuan bahaya narkoba di kalangan paratur pemerintah guna menumbuhkan daya tangkal terhadap bahaya narkoba dan terciptanya     pola     hidup     sehat sehingga dapat meningkatkan kehidupan masyarakat yang bersih dari bentuk penyalahgunaan narkoba


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP JAWA BARAT

193

Total Kasus Narkoba

277

Total Tersangka Kasus Narkoba

292

Total Pasien Penyalahgunaan

1,021

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

1,850,207

Jumlah Sebaran Informasi